Kemaren siang saya putuskan untuk telpon sahabat saya di masa kuliah, selain ingin mengetahui kabar berita dia dan keluarga, yang pastinya sih karena kangen juga ngerumpi.
Setelah ngobrol ngalor ngidul dan juga ha..ha..hi..hi..ternyata kita punya perasaan yang sama, sempat nggak percaya juga sih kalo perasaan sahabat saya sampai seperti itu, karena setahu saya, sahabat saya itu orang yang berwawasan luas serta mempunyai kepercayaan diri yang kuat kok.
Kami bergabung dengan jejaring pertemanan facebook, dimana ada beberapa teman di masa sd, smp.sma hingga kuliah bisa bertemu kembali, begitu juga dengan saya dan sahabat saya itu, yang juga bertemu kembali dengan beberapa teman kuliah lagi, ada beberapa kali kami membahas mengenai status temen-temen kami yang sukses, duh…h…h.. seneng banget ngobrolinnya
Dine : kenapa kamu nggak pernah buka fbmu Wat..sibuk banget kayaknya ya…
Wati : he..he..he.. bukannya gituh, aku hampir tiap hari buka fb kok.
Dine : lha..a.. kok nggak pernah up date statusmu ?
Wati : bingung Din.. bingung sing mau tak tulis.. mau nulis apa coba ?
Jadi, hanya aku lihat dan aku baca aja status dari temen-temen beserta komentar-komentarnya.
Dine : namanya juga status Wat.. terserah mau nulis apa aja, yang ada di perasaanmu ae lah.
.
Wati : perasaanku..?? perasaanku campur aduk ki ? rada gimana gituh kalo liat status temen2 yang sukses di karir Din… kok ya aku rada minder sih..??
Dine : hah ?? kamu punya perasaan kayak gitu ??
Wati : iya Din.. jadi kok nggak enak sendiri mau nulis status, lha wong aku sendiri ‘kan hanya pengacara thok.. penganguran banyak acara..he..he..he..
Dine : halah…Wat…nggak usah minderlah ( sesame pengacara harus saling menghibur)
kita juga bisa kok nulis status yang menunjukan kalo kita “kerja”
Wati : misal’e opo Din ?
Dine : kamu tulis ngene ae “ lagi dapet kerjaan segunung ” ( status pas liat setrikaan yang numpuk…puk…puk..atau cucian yang seabrekk )
Wati : he..he..he.. iso ae.. tapi yo tetep aja sambil nulis status, perasaan itu yang muncul.
Obrolan yang saya tulis hanya sebagian dari obrolan kami siang ini, obrolan ringan yang sebenarnya hanya menghibur diriku sendiri , padahal juga kadang-kadang saya punya perasaan yang sama dengan sahabat saya itu, perasaan minder karena saya nggak kerja kantoran, perasaan minder yang saya hanya ibu rumah tangga biasa.
--------------
Sahabat,
Hidup adalah sebuah pilihan, dan setiap orang mempunyai prioritas masing-masing di dalam menjalani hidupnya.
Didalam sebuah keluarga tentunya masing-masing ada aturan yang tidak tertulis tapi tentunya tidak bisa dilanggar begitu saja, dan sudah tentu juga ada sebuah komitmen yang dibicarakan pada awal pernikahan untuk bagaimana mengelola sebuah perusahaan yang namanya “ rumah tangga “ dan tentunya juga sudah ada pembagian job discripsionnya yang jelas .
Coba deh kita flash back disaat kita mendapat anugerah yang tiada terkira dengan kehadiran si buah hati , kita sebagai seorang ibu begitu takjubnya ketika mengetahui perkembangan dari si buah hati, dari yang baru belajar tengkurap, merangkak, sampai mereka bisa berjalan. Dari yang belajar merangkai kata demi kata hingga saat ini sudah pandai membuat kalimat sendiri, ada banyak tahapan perkembangan buah hati yang bisa kita saksikan sendiri, itu merupakan anugerah yang indah yang bisa kita miliki karena kita telah benar-benar menyediakan waktu semaksimal mungkin guna memperhatikan semuanya.
Saya sangat setuju dengan pernyataan yang mengatakan A mother is the real manager at home karena memang untuk saat ini pekerjaan saya mengatur rumah tangga, melayani suami, mengatur keuangan, menjaga harta suami serta mendidik dan membesar anak, tapi tidak menutup kemungkinan jika anak-anak kita sudah dewasa dan mandiri kita bisa mulai bekerja di luar rumah kan…
Emang ada ya perusahaan yang nerima kita sebagai pegawai yang umurnya sudah 45 tahun ?
Sahabat,
Tidak ada maksud saya mengguruimu,ini hanya untuk menasehati diri saya sendiri dan untuk mengingatkan saya kok bahwa pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia.
Bagi saya semua pekerjaan apapun itu adalah berkat dari Tuhan, karena berkat makanya saya akan kerjakan dengan sepenuh hati, iklas dan berusaha selalu memberikan yang terbaik.
Semoga persahabatan kita langgeng dan semoga kita bisa menjadi wanita yang sukses ya, yang mampu mengerjakan kewajiban kita secara proporsional; sebagai seorang anak bagi orang tuanya, sebagai seorang isteri bagi suaminya, sebagai seorang ibu bagi anaknya dan sebagai anggota masyarakat bagi lingkungannya.
Semoga…
Lahat, 23112009
Rabu, 02 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Bener banget Dine, menjadi apapun kita, itu adalah amanah dari Yang Maha Kuasa :)
BalasHapusTidak ada pekerjaan sepele di dunia ini, semua mempunyai kehebatan yg sama mengagumkannya, asal dilakukan dg sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab...
Hehehe, saya juga kok jadi menasihati diri sendiri ya, Din!
iya mbak..
BalasHapusmalahan saya suka merasa ternyata menjadi pyurr ibu rumah tangga kok lebih berat dari pada yang kantoran ya..??? he..he..he..
Terima kasih mbak sudah mampir.