Pandangan saya tak lepas dari tubuh seorang prajurit yang telah terbujur kaku , di sampingnya duduk termangu sang istri dengan pandangan kosong berlinangan air mata , sesekali tangannya mengusap wajah dingin suaminya dengan penuh cinta sambil mengendong putri terkecil yang masih berumur 1 tahun, sedangkan putra tertua dan putri keduanya tiada hentinya menangis meraung raung berharap sang ayah tidak meninggalkan mereka.
Sungguh membuat perasaan saya berkecamuk, rasa yang campur aduk, iba, sedih, haru dan tak percaya begitu menyesakkan hati saya.
Suara dering telpon yang mengabarkan duka cita itu, sangat membuat saya terkejut karena semua serba tiba-tiba, serba mendadak membuat saya, tidak hanya saya tetapi satu asrama di mana kami tinggal merasa tidak percaya pada berita itu. Bagaimana bisa terjadi ? nggak salah orangkah ?
Supaya rasa penasaran saya terjawab, saya dan suami bergegas ke rumah sakit dimana sang prajurit di bawa oleh istri dan para teman sejawatnya.
Oh..Tuhan..
Ternyata memang benar sang prajurit itu..
Tubuh saya lunglai , raga ini bagai tak bertulang.
Airmataku menetes deras dan kurangkul seorang ibu yang lemah tak berdaya sesenggukan di samping suami yang tak lagi bernyawa.
Masih terekam jelas, saat 1 jam yang lalu sang prajurit melewati rumah saya dengan wajah cerahnya mengangguk dengan mengenakan pakaian loreng dalam kegiatan olah raga lari siang hari mendampingi siswa calon prajurit bintara.
Masih terekam jelas saat sang prajurit mengantarkan istrinya untuk kegiatan persit sore hari kemarin, jadi sungguh berita duka cita yang bagai petir di siang hari membuatku tak percaya, dan diagnosa dokter sang prajurit mendapatkan serangan jantung.
-------------------
Saat ini cobaan itu datang menghampiri keluarga kecil mereka, dan tidak menutup kemungkinan juga suatu saat cobaan itu datang menghampiri saya.
Siapkah saya ??
Siapkah hati saya jika suatu saat saya harus ditinggalkan orang yang saya sangat cintai ?
Siapkah diri saya jika suatu saat dengan tiba-tiba Tuhan mengambil nyawa saya ?
Jika saya tau kapan saatnya Tuhan akan mengambil orang-orang yang saya cintai tentunya hati saya akan lebih siap untuk menerimanya.
Jika saya tau kapan waktunya Tuhan akan mengambil nyawa saya tentu juga akan lebih mempersiapkan iman saya untuk menghadap yang Kuasa.
Tuhan Maha Kuasa, Jika Dia berkehendak kapan saja, dimana saja, dalam kesempatan apa saja,
semua bisa terjadi dalan sekejap mata.
Kematian, Jodoh dan Rejeki sudah menjadi rahasiaNya
Siap atau tidak siap kematian itu akan kita hadapi juga, hanya masing-masing punya jalan sendiri untuk menghadap kepada yang Kuasa, semua hanya sedang menunggu gilirannya, dan itu bisa terjadi besok, lusa, minggu depan atau tahun depan.
Siap atau tidak siap orang-orang yang kita kasihi juga akan meninggalkan kita.
Hari ini saya di ingatkan Tuhan melalui dukacita keluarga kecil ini, betapa saya harus lebih banyak bersyukur karena Tuhan masih mengasihi saya yang masih diberi kesempatan hidup, guna memperbaiki perbuatan-perbuatan saya yang selama ini kurang berkenan kepadaNya.
Saya bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan saya lebih lama untuk lebih mengasihi orang-orang terdekat saya.
Saya bersyukur Tuhan masih memberi kesempatan saya untuk lebih banyak lagi untuk interopeksi diri.
Sudahkah saya berbuat baik kepada sesama ?
Sudahkah saya mempertebal iman saya guna bekal jika sewaktu-waktu Tuhan memanggil saya ?
Sudahkah saya berbagi dengan sesama ?
Sudahkah saya berbakti kepada orang tua dan suami ?
Sudahkah saya menebar benih-benih kebaikkan ?
Sudahkah saya menjalankan semua perintahNya ?
Sudahkah saya memberikan waktu saya untuk kemuliaan Tuhan ?
Begitu banyak pertanyaan – pertanyaan yang belum bisa saya jawab, karena memang saya merasa belum cukup berbuat apa-apa guna bekal saya nanti.
Dan semoga saya bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tadi dengan perbuatan –perbuatan yang bisa menyenangkan hatiNya, perbuatan-perbuatan untuk memuliakan namaNya dengan sisa waktu yang masih diberikan Tuhan kepada saya.
Terima kasih Tuhan, saya bersyukur karena saat ini Engkau masih memberi saya kesempatan.
Asrama Secaba di Lahat , 24112009
# Untuk sang Prajurit Kapten inf Heri Ponco Kusumo, selamat jalan pak..Semoga diampunkan segala dosa-dosanya dan amal ibadahnya diterima oleh Sang Pencipta Hidup, Tuhan Yang Maha Kuasa.
# Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga sabar, tabah dan kuat menghadapi cobaan ini, saya yakin ibu mampu untuk mendampingi dan menjaga harta yang tak ternilai yang ditinggalkan beliau.
Sabtu, 05 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar