Kerlap kerlip lampu natal di pohon cemara buatan dan beberapa hiasan dinding membuat perayaan natal sekolah minggu di gereja kali ini sangat semarak dan meriah.
Acara demi acara kami ikuti dengan hikmat, selain beberapa pujian dilantunkan , untuk perayaan natal ini selalu diselingi pembacaan liturgi ( menghafal 1 ayat alkitab) serta diisi dengan hiburan lainnya.
Untuk anak saya sendiri mendapat tugas membaca liturgy, dan pembacaan liturgi di mulai dari anak-anak balita hingga anak usia remaja.
Saya memperhatikan anak bungsu saya yang masih berumur 4 tahun berjalan ke depan dengan sedikit malu-malu.
Kenapa saya yang deg..degan ya..??
Saya kuatir aja dia tidak bisa menghafalkannya, menangis dan tidak mau lagi maju ke depan seperti tahun kemaren.
Barisan anak pertama, kedua, ketiga semua lancar mengucapkan kata-kata penting dari alkitab,dan tibalah giliran anak saya nih…
Mix dia pegang dan tepat di taruh di depan mulutnya,tatapan matanya tidak lepas mengarah pada saya, seolah mengatakan “ kalau nggak bisa gimana ??”
Saya acungkan kedua jempol untuk membuat dia tetap bertahan berdiri di depan.
setelah beberapa saat terdiam, terdengarlah suara lirihnya
Hanya ada satu kata yang keluar dari mulutnya dan itupun bukan kata-kata yang biasa dia hafalkan di rumah.
“ mami ”
yaa…a.a…. penonton kecewa ( terutama maminya nih.. )
tidak sesuai dengan latihannya dong dek ??
Kekuatiran saya memang tidak terbukti untuk hal menangisnya, tapi entah karena kurang latihan atau hanya grogi untuk maju kedepan dan di lihat banyak orang, jadi hasil latihannya
Bubaarrrr deh…
Tapi nggak apa-apa ya dek, untuk tahun ini tidak menangis didepan saja sudah bagus kok,Semoga tahun depan bisa dapat dengan lancar menghafalkan 1 ayat liturginya.
Lahat, Desember 2009
Selasa, 02 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Hehehe, anak kecil suka tiba-tiba bad mood ya...untung ibunya bijak dan selalu memberi support positif... ;)
BalasHapusHe..he..he.. iya mbak, padahal kalo latihan di rumah teriak2 ngapalinnya,memang harus terus di support untuk bisa mempunyai keberanian tampil di muka umum sekaligus belajar PD.
BalasHapus